Rabu, 01 Mei 2013

Hujan,,


Hujan,,,
iznikan aku bercerita, akan sepenggal  kisah bahwa keperkasaanya adalah melodi yang mengiramakan mentari  dalam kelembutan, pada ketertawanan lirih yang tak terhentikan dalam buih.

Adakalanya embun yang tak meneteskan lagi  kesejukan pada hantaran pagi yang datang dengan harapan, tapi kesejatiannya adalah alunan merdu pada setiap helaian daun dan bunga yang meberikannya warna dan aroma kedamaian pun kebahagiaan.

Dalam ketergesaan langkah yang  tak terarah, tetaplah ia adalah kompas yang memberikannya tuntunan dalam menelusuri jalan yang terbentuk dalam suatu rintangan ataupun kemudahan.
Alam telah menitipkan pesan pada senja yang datang disaat malam akan tiba, bahwa keberhasilan itu adalah bagi orang yang berusaha.

Hujan,,,
karena disaat engkau tiba, kutitipkan do’a-do’a itu pada hembusan angin yang mengangkasa hingga menembus singgasanaNYA, ,kulantunkan  harapan itu pada pada tetesan-tetesan air yang akan tiba di suatu muara bahakan lautan yang akan memberikan kebermanfaatan bagi setiap insan. Hingga engkau kembali , datang dalam KaruniaNYA.


Bandung, 1 Mei 2013

Originally by : @al_vigalvitri

Senin, 08 April 2013

Dalam Ketermenungan


Dalam ketermenungan ada harap yang berbisik melalui resonansi suara tanpa ada riuh ataupun gemuruh yang tersentuh, bahkan terhantar sangat teduh tanpa keluh. Ketika pikiran menerimanya tanpa ada gelombang yang terhubung dengan impuls-impuls saraf yang akan menjadikannya hantaran listrik dalam sebentuk energi, untuk di jadikannya sebuah tindakan tetaplah ia tidak terwujud dalam sebuah kebermanfaatan.

Dalam ketermenungan  perlu berbenah diri dalam setiap pergantian waktu, akan nikamtnya yang kadang lupa kita syukuri, ibadah yang tak dengan hati, ucapan yang memurkai, tindakan yang tidak terpuji ataukah keikhlasan dan niatan diri dalam menjalani kehidupan yang tidak karena mengharap ridho illahi.

Entah apa yang sedang di rasa, yang pasti aku hanyalah ingin memendarkan warna untuk menghiasi jingga dikala senja tiba, agar ia tetap mempesona dengan cahanyanya yang memberikan sejuta keindahan tak menyudah.




 Khoirunnas Angfauhum Linnas ”







Bandung, 06 April 2013
Originally by : Alvi Galvitri

Sabtu, 09 Februari 2013

MenantiNYa,,


Menitipkan kidung pada senja yang mepesona dalam satu kata,
Menjadikannya cahaya dalam malam yang gelapnya kian nyata,
Menetapkannya suara dalam kesunyian tanpa rasa dan tak beraroma,
Merendakannya asa,rasa,dan cita-cita dalam dalam sehelai kata yang dinamakannya adalah Cinta.

Menjaganya embun dalam kesejukan pagi yang terraksa,
menumbuhkannya bunga dalam taman yang tertata,
merangkaikannya nada dalam alunan melodi yang yang bijaksana,
Menyulamkannya logika, rasa dan cita-cita dalam seutas kata yang dinamaknnya adalah Cinta.

Dirasa diri ingin mendalami kedalam sungai yang tak terjaga,
tapi alam tidak mengajarkan diri untuk melakukannya,
kalimatnyapun terreka dalam ketetapan alam semesta
sampai saatnya tiba, menjadikannya indah dalam setiap cerita.

menanti, dalam harap yang tak kan pernah terputus akannya,
menanti, dalam doĆ” yang melesat tentangnya
menanti, dalam cinta yang terus ku rajut untuknya,
menunggu restu Tuhan meleburkan kita,
membiaskan segala dalam ikatanNYA.


Bandung, 8 februari 2013
Originally by : Alvi Galvitri