Senin, 19 November 2012

Untukmu Hati


Untukmu hati :

Dengarkanlah diriku sejenak,,,,,

Tetesan embun itu serupa buih ombak yang menghalangiku untuk menjangkau indahnya samudra yang menghantarkan kidung penuh warna, mendengarkan sajak penuh retorika dan dentuman dengan nyanyian alam semsta.  Izinkan ku titip setetes air mata yang akan kau lepasakn hingga cakrawala menyampaikan kesejatian diri yang hina atas kuasa Alloh SWT.

Maafkan aku yang belum bisa menyirat makna alam semesta, merasakan udara yang menggeliat manja mengisi nafas-nafas menyebut asmaNYA, merasakan cahaya yang menjadikan siluet mentari  tanpa rekayasa tuk menghantarkan jalan menujuNYA.

Ya Robbi,,,
Ampuni kami yang selalu mengeluhkan kata dalam setiap renda batas yang kau rangkai setiap hari, pada gelapnya malam yang menitipkan rindu akan pesonanya yang sendu, mengirimkan kasih akan dzikirnya yang lirih, menghantarkan cinta akan nikmatnya cahaya,
padahal nikmatnya yang tak bertepi dan memberikan  hikmah  tiada arti.
adalah kami tak jua mengerti akan cintaMU, atas nikmatMU yang acap kali kami hujati, atas semua anugrahMU yang sering kali tak kami sadari.
adalah kami yang selalu mengeluarkan celotehan akan pinta yang tak jua Engaku beri, akan ratapan hidup yang jua tak sengin kami, akan dirita yang tak kunjung pergi padahal tak kami pahami.

Wahai hati,,,izinkan aku untuk memaknai setiap tarikan nafas, aliran darah, hembusan angin, tetesan hujan, sinarnya cahaya, gelapnya malam dan semua partikel alam semesat yang semuanya itu adalah berdzikir padaMU Ya ILLAHI....



Originally By : Alvi Galvitri
Bandung, 19 November 2012

Sabtu, 10 November 2012

Dzikir Tiada henti


Semua organ tubuh yang selalu berdzikir tiada henti pada illahi,,,
Membulirkan ritme pasti walaupun sunyi,,
Memberi  energi  pada diri yang tak bertepi,,,,
Menjelagakan diri akan nikmat Sang Maha Pemberi,,,,

Jantung yang berdetak,,,
Darah yang mengalir dan berrgulir pada pembuluhnya,,,
Otak yang mengendalikan,,,,
Paru-paru yang menyuplai oksigen,,
Liver yang menetralisir racun,,,
Ginjal yang menyaring darah,,,
Rambut dan Kuku yang senatiasa memanjang,,,,

Bagaimana Dengan diri ini???
Yang selalu tidak menepati,,,
Yang selalu meghianati,,,
Yang selalu mengingkari,,,
Pada Sang Maha Pencipta langit dan Bumi,,
Sang Maha Mengetahui,,,,

Ya Robbi,,,
begitu malunya diri,,,
bolehkah diri ini melebur dalam oskestra dzikirMU yang berharmoni...?


Originally by : Alvi galvitri
Bandung, 10 November 2012




Kamis, 01 November 2012

My Cardiac>>>>>LoVe


Wahai jantungku,,

kusadari atau tidak, engkau selalu memompa. Engkau selalu memberi kehidupan. Engkau selalu mengirim darah menuju sela-sela jaringan. Memastikan semuanya mendapat apa yang mereka butuhkan. Baik saat ku makan, berjalan, berlari, berdoa, bahkan saat tidur pun, engkau selalu memompa. Sungguh aku iri akan sifat istiqamah yang sangat melekat erat dalam dirimu....

Wahai jantungku,,

Terkadang aku bertanya-tanya, tidakkah engkau lelah? Setiap jam, tiap menit, tiap detik, tiap saat waktu mengalir, engkau selalu memompa, memompa, dan memompa. Betulkah engkau tak pernah lelah? Jujur, aku malu tuk mengungkapkannya padamu, bahwa sebetulnya aku lelah tuk setiap saat berbuat baik. Mungkin engkau lelah, namun apa jadinya kalau engkau beristirahat sejenak dari kegiatan memompamu? Tak habis pikir kubayangkan betapa menyeramkannya bila itu terjadi.

Wahai jantungku,,

apa yang sebetulnya engkau inginkan? Apa yang bisa kulakukan untuk membalas budiku? Aku tahu, bukan sok tahu, tapi karena aku betul-betul tahu karena kita telah hidup bersama selama 20 menuju 21 tahun ini. Aku sangat-sangat tahu engkau butuh untuk beristirahat. Karena itu, tolong bersabarlah sebentar lagi. Berlelah-lelahlah di dunia ini. Insya Allah tempat istirahatmu kelak kan berada di surga-Nya.

Wahai Jantungku,,
Engkau yang selalu berdzikir tak pernah henti pada Illahi, berjalan pada takdirnya yang pasti untuk memberi kehidupan akan cinta sejatiNYA yang Hakiki.

I CARDIAC YoU , My Heart... 

First Hijab (cerpen)




My First Hijab

Ukiranpun kian menerka dalam cerita , seakan pernah terekam dalam dalam kenyataan, bahwa artinya adalah kisah yang penuh hikmah...
Gemapun kian terekam dalam ingatan tanpa ada tekanan yang menikam ataupun paksaan, tetapi kedamaian dan ketenanganlah yang terjerembab di relung angan menunmbuhkan kemahadayaan.
Kesejukannyapun menusuk hingga kesukma, menyeruak melalui sel-sel yang menciptakan kehidupan, memasuki komponen-komponen darah yang  memberiakn kekuatan mempertahankan imaji penuh keyakinan.

Perasaan itu yang aku rasakan ketika aku mulai memasuki mesjid dan mengambil air wudhu, walaupun aku udah beberapa bulan menjalani perkuliahan di kampus , tapi baru kali ini aku memasukinya, itupun karena salah satu temanku Nisa  namanya, mengajkku untuk mengantarnya ke mesjid itu. Kaki ini pun mulai melangkah untuk mendirikan sholat , entah kenapa ketenangan itu semakin nyata dan terasa, seakan akupun sebenarnya malu kerena hanya aku yang tidak berkerudung di mesjid itu.

“ tri , kita ikutan sholat berjamaah yuu,,” ajak nisa sambil menyodorkan mukena berwarna putih yang ada di tangannya.

“iya hayu cha, aku ikut”

Sholat berjamaah aku lakukan dengan penuh kekhusuan maghrib itu, karena aku pernah tau bahwa yang namanya sholat berjamaah itu pahalanya lebih besar dibandingkan dengan shalat sendiri. Walaupun di hari-hari biasanya aku sangat malas untuk sholat berjamaah, solanya aku ngerasa sholat berjamaah itu terlalu lama.

Sujud demi sujud ku lakukan dengan penuh kekhusuan, seperti mengahantarkanku pada ketenangan yang jarang aku rasakan sebelumnya, bahkan entah kenapa kali ini semuanya terasa begitu berbeda. Kehadiran Alloh itu kurasakan begitu dekat, memenjarakanku dalam cintaNYA yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


“Dan tegakanlah Sholat untuk mengingatku”

dalam ayat-ayat yang merdu, dalam setiap ruku dan sujud yang syahdu, dalam kemesraan dengan hati merindu.
Subhanalloh... semuanya terasa begitu istimewa, dan aku sangat mesyukuri nikmatMU.

Sesudahnya sholat berjamaah maghrib, akupun kembali merasakan kedamaian itu. Ketika semuanya berjabat tangan dengan penuh kehangatan sesama muslimah, dan saling mendo’akan antara satu dengan yang lainnya. Hal demikian, adalah yang jarang sekali aku rasakan dan bahkan butuh rentan waktu yang lama untuk bisa merasakannya kembali.

“ tri, kenpa kamu terdiam seperti itu? “ nisa pun merasa heran karena melihatku setengah melamun seolah sedang memikirkan sesuatu,”

“ cha, aku mau nanya sesuatu sama kamu boleh? “
“tentu saja boleh, ada apa tri” ucapan itu keluar sekan memberikan nada mengayomi dengan penuh kelembutan.
“ sejak kapan kamu mulai memakai kerudung cha”?
Pertanyaan itu terlontar dengan ringan, seakan penuh kepasrahan karena kekagumanku melihat nisa yang begitu istiqomah mengenakan jilbab nya.

“ Sejak aku mulai akhil baligh tri”

“kenapa harus pas mulai akhil baligh  cha, kirain aku kamu mulai pakai jilbab sejak kecil”

“Dari kecil aku mulai memakai jilbab tri,  tapi masih hanya sebatas kalau ada pengajian aja. Setelah akhil baligh aku mulai memutuskan untuk istiqomah berjilbab dan tidak hanya pas ada pengajian saja”.

“ kenapa harus pas akhil baligh kamu memulainya” tegas ku karena masih penasaran dengan pernyataan yang dilontarkan nisa.


“kerena ketika seorang perempuan mulai akhil baligh, perempuan itu mulai yang namanya menstruasi salah satu cirinya. Segala dosa dan amalannya itu mulai dicatat oleh malaikat dan ditanggung olehnya sendiri, jadi sudah tidak ada toleransi lagi untuk melanggar segala ketentuan yang telah ditetapkan kepada seorang perempuan”  jelas nisa sambil mengarahkan tatapannya ke arahku.

“ tapi kamu merasa nyaman dengan jilbab itu?”
“ aku sangat nyaman sekali dengan jilbab ini tri, dan ini sudah merupakan kewajiban bagi kita sebagai seorang muslimah untuk berjilbab. Alloh SWT pun sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu,anak perempuanmu, dan istri-istri orang mu’min. ” Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu.Dan Alloh Maha Pengampun Maha Penyayang”

Rosulullohpun akan berbangga bila kita mengikuti anjurannya meneladani wanita-wanita yang terjanji disurga.” .

Kata-kata dari nisa seakan membisukan ku untuk tidak bisa mengelak lagi akan nikmat Alloh SWT ini, ingin rasanya aku bisa berjilbab seperti nisa, tapi aku merasa belum siap.
“kenapa kamu melontarkan pertanyaan itu tri”  keheranan nisa mulai terucap karena beberapa pertanyaan tadi.

“ aku ingin bisa berjilbab cha, tapi aku masih belum siap”

“  Alhamdulillahi Robbil Alamin...hal apa yang membuat kamu belum siap tri? “

“ aku belum siap dengan sikap,  kelkuanku yang seperti ini  dan aku belum siap dengan sikap temen-temen dan orang tua akupun pasti bakal ngerasa aneh bila aku memakai kerudung cha”

“ Kesiapan itu pasti akan kamu dapatkan seiring kamu mulai memakai jilbab trii, Hijabbi penampilan sesuai perintah illahi, inner beauty terpancar seiring terhijabinya hati. Engga trii,  insyaalloh orang tua kamu pasti akan sangat senang melihat kamu berjilbab  Karena  ayahhanda dan ibunda kita mengharap kita shalehah, meringankan timbangan amal agar kelak masuk Jannah”.

“ bakalan pantes gak yahh cha kalau aku pake kerudung?, kalau para lelaki dan temen-temen yang lain merasa aneh dengan aku berkerudung gimana cha?”  tegasku karena aku masih merasa belum yakin kalau semuanya akan baik-baik saja kalau aku hendak berjilbab.

“ Karena fitrahnya pria tetaplah lebih teduh melihatmu yang terhijabi bukan yang auratnya dibuka sana sini. Karena fitrahnya pria mengharapkan istri yang tak terjamah bukan yang bisa disentuh sana sini dengan mudah. Kamu tidak usah menghawatirkan akan hal itu trii, karena Alloh SWT pasti akan memberikan kemudahan bagi hambanya yang ingin memperbaiki dirinya untuk selalu bertaqwa dijalanNYA. Pokonya sekarang Sibukanlah dirimu dengan terus memperbaiki diri, karena ia yang yang tertakdirkan untukmu adalah cerminan dirimu sendiri.”

Semakin kuat keyakinan itu menyeruak , membuncah hingga aku mengambil sebuah kesimpulan

 “ Insyaalloh mulai sekarang aku ingin belajar istiqomah memakai jilbab cha”

“ alhamdulillahi robbil alamin..... aku sangat senang mendengarnya tri,. Insyaalloh pertolongan dan ampunan Alloh itu sangat dekat tri. Selangkah kita mendekatinya maka seribu langkah Alloh hendak mendekati kita”

“bantu aku ya cha,,,makasih udah ngingetin dan nyadarian aku. Berkat kamu membawa aku ke mesjid ini, seperti  ada yang beda dengan perasaan, dan Alloh SWT menuntun menuju keyakinanNYA ” dengan nada memelas aku memeluk nisa .

“Karena sudah sepantasnya sesama muslim kita harus saling mengingatkan tri, “

 “ sekali lagi makasih yaa cha, Nikmat Alloh sangat benar-benar terasa oleh ku malam ini dan Alloh memberikan jalanNYa itu melalui kamu”

Fabiayyi aala irobbiku maa tukadzibanMaka Nikmat Tuhanmu Yang Mana Yang kamu Dustakan”


Malam begitu larut dalam kegelapan yang disinari cahaya terang seakan membawaku dalam sebuah kebahagiaan dan keyakinan.
Yang ku lihat hanyalah harapan kehidupan yang Alloh SWT berikan pada sepenggal kisah perjuangan yang penuh kegigihan dan keyakinan.
Melalui seberkas cahaya yang dapat menyinari setiap manusia yang merindukan Rohman dan RohimNYA,,,

Dan Pagi mulai datang dengan kebersahajaannya........

Pagi itu kian bersenandung dalam nyanyian burung yang berdzikir tiada henti akan NimatNya yang tak terbendung. Pagi ini seperti biasa aku mulai bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, hanya saja mulai hari ini aku akan mulai mengenakan Jilbab.

“ Bismillahirrohmanirrohim,,,,,,mudah-mudahan kau selalu memberikan kemudahan itu Ya Alloh...”

Sesampainya di kampus , orang-orang yang aku kenal ada yang merasa aneh melihatku berjilbab ada juga yang terkagum melihatku.

“ hahahaha,,,, si tri udah insyaf,,, paling beberapa hari lagi juga jilbabnya udah di copot lagi”

“ subhanalloh tri, kamu cantik banget memakai jilbab.mudah-mudahan semakin istiqomah ya tri. 

Perasaanku semakin tak menentu pagi itu, aku yang masih terombang ambing dengan pujian dan cemoohan yang mereka lontarkan terhadapku. Tanpa terasa adzan dzuhur sudah berkumandang, dan aku memutuskan untuk pergi ke mesjid untuk mencari ketenangan, menentramkan perasaan dan keyakinan yang masih terombang ambing ini.

“astri,,,,,,,”

Tiba-tiba terdengan seorang perempuan yang memanggilku dan itu arahnya dari belakangku, serentak akupun memalingkan badanku. Ternyata setelah kulihat itu adalah nisa yang sama-sama berjalan menuju mesjid.

“Subhanlloh,,, kamu cantik banget tri. Mudah-mudahan Alloh SWT selalu mengistiqomahkan hati kita dalam keyakinan dan ketqwaan di jalanNYa ya tri”

Jabatan tangannya pun mendarat di genggaman tanganku memberikan arti kebersamaan dan kesatuan langkah menuju surgaNYa.

“ tapi aku kadang masih merasa terombang ambing dengan semua pujian dan bahkan cemoohan yang orang lain tujukan terhadapku cha ”

“Alloh membuat sekenario kebahagiaan seterang mentari, tak boleh sampai lupa diri.
Alloh juga membuat sekenario sederas hujan, tak boleh sampe  buat keterpurukan.
Alloh membuat keduanya terjadi untuk membuat episode kehidupan kita berwarna secerah pelangi, trii...”

“subhanalloh,,,, makasih ya cha, dan apa yang kamu katakan itu benar-benar aku rasakan “

“Uhibbuki Fillah,,,,Bukan aku benar dan kau salah, tapi Maha benar Alloh dan kita bersama belajar untuk meraih Ridho dan Maghfirohnya.....”



Bandung, Oktober 2012
Originally Created by : Alvi Galvitri

Cerpen ini yang aku kirimkan buat ikutan lomaba menulis ceritanya,,,so bgT deh yaa kayanya, kaya yang pinter nulis cerpen aja,,( padahal kalau tulisan2ku yang lain baguss...PD bgt! PLaKK!!! ).
tapi mudah2an kedepannya bisa lebih baik lagi dehhhh ^_* . Amin Ya Robbal Alamin,,,



Kau Yang Bersahaja Dan Penuh Cinta


Jari jemari ini seakan tak pernah berhenti dalam pencarian dan perjalanan menujumu,
bergerak mencari jejak  dengan mengeja tanpa tanda baca,  yang  tertulis oleh pena yang tercipta oleh
Yang Maha Kuasa.


Kau yang bersahaja dan penuh cinta,,,,,,,
ku ingin menemukanmu dalam jalan menuju cintaNYA, kehidupan dalam keberkahanNYA,
titian menuju SurgaNYA,

Tak perlulah kau berparasakan tampan dan rupawan, cukuplah kau yang memeberikan senyuman dalam setiap keadaan,
yang mengubah kegundahanku menjadi sebuah keyakinan.

Tak  perlulah kau penuh dengan kemewahan dan kemegahan, cukuplah  kesederhanaan yang menjadi perangai, keimananmu yang menghiasi kedamaian, kesantunanmu dalam ucapan ,
keteladananmu yang menjadi panutan untuk menjadi imam bagi kehidupan.

Tak perlulah kau bersenjatakan pedang  ataupun tombak yang tajam untuk menjadi pelindungku,
cukuplah genggaman  tanganmu yang akan meberikanku  kekuatan, keberanian dan berjalan bersamamu  dalam satu tujuan.


Kau yang bersahaja dan penuh cinta,,,
tugas kita hanyalah berhimpun dalam kecintaan  padaNYA
mengokohkan langkah kita dengan ketaqwaan padaNYA
meguatkan diri kita dalam keimanan dan kasih sayangNYA
memantasakan diri untuk bersama_sama dalam satu ikatanNYA.

Kau yang bersahaja dan penuh cita,,,,,



Bandung, 24 september 2012
Originally by : Alvi Galvitri

Pohon dengan SeajuTa Keakuatan



Seandainya ku bisa berbisik pada pohon yang selalu ku lihat disaat membuka jendela dikala pagi tiba,,,

Ku ingin bisikan padanya , bahwa ku ingin seprtinya , yang bisa berdiri kokoh dan tumbuh menghasilkan bunga yang merekah indah dan buah yang  menyibakan pesona warna merah.

walaupun ia berdiri sendiri tanpa ada jenis pohon yang sama menyertainya,
tanpa ada penopang yang menyangganya,  tanpa ada pemeliharaan yang menumbuhkannya  ia tetep berdiri dengan kekuatan yang dimilikinya.


Walaupun demikian,,,
pohon itu tetap terlihat begitu anggun  dan penuh dengan ketenangan  walaupun dikala pagi itu datang tidak ada yang menyapanya dengan senyuman yang tersungging untuk menyapanya,  tidak ada lambaian angin yang  datang untuk menyibak keindahannya,,ia tetap memberikan kebermanfaatn dan sapaan dengan sejuta keterpesonaan yang dimilikunya.

Ku ingin bercerita padanya, bahwa aku ingin sepertinya, ,,,
walaupun keadaan yang dihadapkan terhadapku adalah suatu hal yang tidak aku inginkan, dan aku berdiri sendiri untuk menapaki makna demi makana yang tersurat dalam goresan pena.
walaupun genggaman tangan itu seperti bayangan yang menyibak seakan hembusan yang harus tersimpan dalam  lipatan benang.


Walaupun demikian ,,,
diri ini tak akan  gentar menapaki perjuangan,  asa ini tak akan  hilang hanya karena  keterpaksaan,  mimpi ini tak  akan melebur hanya karena  bayangan yang kabur dan luntur.


Biarlah semua ini tak memiliki retorika,,,
karena berkahnya ada pada lelah yang kusyukuri, lemah yang kunikmati  jua kepasrahan yang ku amini,,,
setiap lekas  berpenuh perjuangan, pengorbanan jua pengabdian,,,






Bandung, 26 september 2012
originally by : Alvi Galvitri

Adakah Kau Tahu (RINDU)


Adakah kau tahu,
kesunyian ini bagaikan borgol yang memenjarakan
detik-detik pilu,
ia yang menghadirkan duka dan kenangan yang terbayang.,,
Kediaman ini cukuplah merangkum ikhlas pada sebentuk takdir yang menjerembab,
dan ia yang memberikan pemahaman akan adanya kekuatan dan keniscayaan yang tersembunyi,,

Detik itu mengeja rindu, mengungkap kisah, dan menutur cinta atas harap yang membentang.
Langkah itu berjalan dalam mensyukuri cinta Tuhan dengan memaknai kesadaran.

Semburat awan itu menitipkan rindu akan pesonanya yang sendu, mengirimkan kasih akan dzikirnya yang lirih, menghantarkan cinta akan nikmatnya cahaya.

Adakah kau tahu,,,
Ku hanya bisa menganyam rindu dalam diam,
dan mengenang kisah dalam bayang...

Bandung, 1 oktober 2012
Originally by Alvi Galvitri

Kekakuan Diri


Dalam masa yang terpenggal dalam  paduan panjang,
setiap cerita seakan tak memiliki arti,
seakan penuh kekakuan diri
bagaikan sebuah goresan yang tak pernah terlukis disanubari.
Pertanyaan itu menghampiri  seiring  datangnya jawaban.
pilu itu menghampiri  seiring datangnya kebingungan
lamunan itu datang seakan selalu berjalan
mengikuti setiap keinginan yang  tak kunjung datang.

tetapi  Tuhan lebih memiliki jawaban
yang  kadang tak pernah terlintas dalam ingatan
terhistory dalam bayangan
terpatri dalam tulisan
Kelembutan untuk menebar kasih sayang
rintangan untuk menumbuhkan kekuatan
kebijaksanaan dalam setiap keputusan
kebermanfaatan bagi setiap insan dalam kehidupan.

Bandung, 20 september 2012
Originally by : Alvi Galvitri

Selasa, 26 Juni 2012

Opini Kebijakan Menkes Baru ( Kampany Kondom)

Seperti diberitakan sebelumnya, Menkes Nafsiah akan meningkatkan kampanye penggunaan kondom termasuk pada remaja usia 15-24 tahun. Ia berdalih kampanye itu selaras dengan MDGS poin 6 yaitu memerangi HIV/AIDS. Kampanye  ini menjadi penting, meningat masih banyak kasus kehamilan yang tidak direncanakan. Menurutnya, kondisi  saat ini berbeda dengan yang terjadi di lapangan dan UU yang menyatakan, yang belum menikah tidak boleh diberikan kontrasepsi sudah tidak relevan.
(gatra.com 23 Juni 2012)
Miris rasanya melihat kebijakan kampanya penggunaan kondom pada remaja, remaja yang memang dalam kenyataannya adalah harapan bangsa yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini. Menurut saya pribadi, hal tersebut hanya berorientasi pada target indikator kesehatan. Target indikator kesehatan yaitu : bagaimana agar kehamilan tidak diinginkan tidak ada, kehamilan karena aborsi dan penderita penyakit kelamin berkurang. Padahal kehamilan dan penyakit kelamin adalah akibat secara medis. Apakah itu akar permasalahnnya? Ataukah pemerintah sudah sedemikian sangat putus asa dan hanya berorientasi pada target yang dimilkin oleh pemerintah semata??
Menkes seolah-olah menjadikan pernyataannya sebagai landasan untuk membuat sebuah kebijakan. Tentunya, kebijakan yang dikeluarkan menkes adalah kebijakan yang bersifat kuratif (pengobatan). Salah satunya dengan mengeluarkan statement bahwa usaha untuk menekan remaja pelaku seksual aktif adalah dengan “melegalkan” kondom. Menkes mungkin lupa, perilaku sosial bisa terjadi karena sebab-akibat. Setidaknya jika menkes berpikir kuratif, maka cara-cara pengendalian sosial lainnya seperti langkah preventifdan rehabilitatif diperlukan. 
Menkes mungkin lupa, jika sejak lama jurnal-jurnal kesehatan meragukan keefektifan kondom sebagai pencegah penyakit HIV-AIDS karena pori-pori virus lebih kecil dibanding kondom. Menkes mungkin lupa, jika dirinya seorang ibu. Maka akan lebih paham kenapa perilaku sosial menyimpang remaja lebih banyak disalurkan di seks bebas, narkoba dan perilaku vandalisme. 
 Menkes mungkin lupa, jika dirinya seorang ibu. Maka akan lebih paham kenapa perilaku sosial menyimpang remaja lebih banyak disalurkan di seks bebas, narkoba dan perilaku vandalisme. Begitulah pertanyaan yang  sepertinya tak luput dari kebijakan MenKes Baru ini. Perilaku menyimpang remaja, memang (salah satunya) bisa bersumber dari keluarga.
“keluarga” ini adalah yang memiliki fungsi afektif dan kasih sayang. Mental dan karakter anak-anak akan terbentuk dari keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitar. Begitu juga dengan perkembangan akhlak dan perilakunya. Bagaimana bisa membentuk anak-anak remaja yang akhlak dan perilakunya baik jika setiap hari kasus perceraian meningkat, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) silih berganti menghiasi media, gugatan harta warisan tak hentinya mengisi panggung-panggung rumah tangga Indonesia.
Jika menkes terlalu fokus pada tindakan kuratif, maka dasar permasalahannya tidak akan pernah terselesaikan. Setidaknya menkes fokus pada tindakan preventif dan kuratif. Tindakan preventif tidak saja hanya memberikan ceramah-ceramah ilmiah kepada remaja. Melainkan, pembinaan-pembinaan kepada keluarga-keluarga Indonesia.Keluarga-keluarga harmonis perlu diciptakan. Penciptaan keluarga harmonis itu penting untuk melahirkan anak-anak yang perilakunya tidak menyimpang secara sosial.
Preventif dan kuratif itu perlu difokuskan dan bekerjasama dengan instansi terkait seperti BKKBN. Maka, menkes negara ini tidak saja peka secara nalar ilmiah. Melainkan juga peka dalam nalar sosialnya mengatur kesehatan masyarakat Indonesia.

Menurut saya kondom bukanlah pemecah masalah yang tepat karena tidak menghentikan masalah utama. Menurut saya semua remaja sudah tahu risiko dari free sex , namun karena berbagai sebab mereka tetap melakukannya.
Sama seperti koruptor, sudah tau korupsi dilarang dan berisiko dipenjara, tapi tetap banyak yang melakukan korupsi. Apalagi melakukan free sex  sekarang sepertinya semakin aman dari penyakit dengan adanya kondom. Secara langsung kondom akan meningkatkan frekuensi free sex  di kalangan remaja maupun dewasa yang sudah menikah tapi tak setia.

# Kemajuan bangsa memang tanggung jawab kita bersama, akan tetapi didalam bangsa tersebut ada pemerintah yang mengatur didalamnya, maka dari itu alangkah lebih indahnya apabila pemerintah benar-benar amanah dalam menjalankannya dan memiliki sinergi yang kuat dalam melaksanakan tanggung jawabnya bersama- bersama dengan masyarakat dalam memajukannya.

Jumat, 22 Juni 2012

Menyatu Di Umur Dua Satu


21 adalah angka yang ku miliki di usiaku saat ini, dan 21 adalah kurun waktu yang telah kulewati berada di dunia ini.

Dua Satu ,,,
Dua menjadi satu,,,,
Dikala mimpi dan cita-cita menyatu,,,
maka timbul niat untuk mewujudkannya
keyakinan untuk mencapainya,
serta tekad dan kekuatan untuk dapat meraih hingga kepuncaknya.

Dua Satu
Dua menjadi Satu
Antara harapan dan kenyataan
yang akan bersatu utuk merajut keingin yang ada didalam angan,,
dan tumbuh menjadi kenyataan yang diisi sebelumnya dengan bayangan-banyangan yang berada dalam harapan.

Dua Satu
Dua menjadi Satu

Satu hati yang bersinergi
dan satu hati yang ada dalam diri
yang akan mengguncangkan arsy dengan cinta yang suci
dab berjamaah menjemput ridho illahi.


# terimakasih kepada kepada semuanya yang telah mendo’akan, mudah-mudahan ada ribuan malaikat yang mengamininya...dan mudah-mudahan semua do’a yang telah diberikan setulus hati akan terpantul padamu yang mempersembahkan doa yang suci dan hanya mengharap ridhi illahi.


Rabu, 13 Juni 2012

KARTU PARKIR YANG HILANG ^__^




“treungggg,,,,” suara hp berbunyai, yang bunyinya menunjukan bahwa ada sms, setelas dilihat ternyata itu sms dari kakak ku “assalamualaikum.wr.wb vi tolong beliin pempers buat azka ya ke Y***( salah satu supermarket ternama di kota kami)” dan aku pun mengiyakan sms itu.
 
Waktu saat itu menunjukan pukul 17.00 wib aku mulai meluncur dengan mengendarai motor merah dengan beberapa polet batik pada bagian pinggir dan bagian depannya, yang menurutku itu jadi mempercanti motor yang aku kendarai setiap hari. Tapi kata teman-teman ku juga lumaya bagus juga sih, dengan poletan seperti itu.

Jalan menuju supermarket  itu tidak begitu padat dan rame, karena mungkin waktu cukup sore dan langitpun dipenuhi dengan awan yang cukup tebal dan hitam. Tapi  mungkin bukan berarti akan turun hujan karena langit mendung itu bukan berarti akan turun hujan,  kadang langit menunjukan mendung itu adalah salah satu lukisan keindahan ciptaan Tuhan yang tak akan pernah terlukiskan oleh siapapun yang ada di bumi dan isinya.

Sesampainya di supermarket, sengaja aku parkir motor kesayangan ku di parkiran yang khusus supermarket  tersebut. Tidak seperti yang lainnya, yang kadang ada sebagian orang yang lebih senang memarkir motor mereka di  pinggir sepanjang jalan daerah supermarket tersebut.

“makasih teh”aku lontarkan ketrika sorang penjaga parkir memberikan kartu parkir yang telah di entri dengan no polisi yang ada di motorku. Sebelum aku mulai beranjak untuk berbelanja ke supermarket itu, aku singgah dulu ke salah satu optik Yang letaknya tidak jauh dari supermarket yang akan aku kunjungi. Tujuan aku mengunjungi optik tersebut adalah untuk membenarkan batang kacamata sebelah kanan milikku yang dirasa agak terlalu kencang  ketika digunakan.

“gimana neng “ucap bapak yang sedikit agak tua dengan badannya yang masih tegap dan perutnya agak sedikit buncit dan sedikit jenggot di dagunya. “pak, saya pengen ngebenerin batang kacamata sebelah kanan saya yang  sedikit terasa terlalu kencang ketika digunakan”. “oh iya neng sini bapak benarkan”semabil tersenyum dengan wajahnya yang sangat ramah dan sangat halus dalam tutur katanya.

Dan tak memerlukan waktu lama aku menunngu bapak itu sudah kembali menemuiku “ini neng sudah, pasti kemarin-kemarin suka jadi pusing ya, kalau sudah memakai kacamatanya, soalnya batangnya terlalu kencang” ujar bapak tua itu dengan sedikit penjelasannya. Dan akupun langsung menjawab “iya pak, benar sekali!!,, makasih ya pak, berapa harganya pak membenarkan “ dengan menglukiskan senyumnya kembali bapak itu menjawab “tidak usah neng, gratis”. “oh iya pak? Sekali lagi makasih ya pak”dan aku pun membalas senyuman bapak penjaga optik tersebut.

Sambil berjalan menuju supermarket, dijalan aku merasa terkesan dengan bapak tua tadi yang aku merasa di ramah sekali, yang aku ingat selama aku mengunjungu optik tersebut aku belum pernah melihatnya ataupun menjumpainya.

Sesampai di supermarket lantai pertama, aku langsung melaju menuju eskalator untuk menuju ke lanati kedua. Karena kebetulan, alat-alat kebutuhan sehari-hari ada di lanatai dua. Tanpa berpikir panjang aku langsung menuju barang-barang yang di pesan oleh kakak ku. Kemudian setelah barang-barang yang aku butuhkan sudah kudapatkan, aku langsung menuju kasir untuk membayar semua belanjaan.

Di parkiran, wajahku langsung panik, sambil dalam hati berdo’a kepada Yang Maha kuasa karena semua ini adalah kehendakNYa. Itu karena kartu parkir yang aku simpan didalam saku baju seragam sebelah kanan yang aku satukan dengan hp di saku itu hilang. Langsung ku keluarkan barang-barang yang ada disaku seragamku, untuk memastikan keberdaan kartu parkir itu. Ketika aku sedang kebingungan mencari kartu parkir “kenapa neng? Lagi cari apa?”ucap mba parkir yang tadi memberikan kartu parkir itu ketika aku mulai masuk area parkir supermarket. “kartu parkirnya hilang mba”dengan wajah panik dan sedikit ketakutan yang aku tunjukan kepada mba itu. Ketakutan yang aku miliki karena dimana kartu itu hilang, pasti aku mengganti dengan bukan dengan uang yang sedikit.

“Oh, cari dulu neng di tas, takutnya ada di sana” ketika percakapan antara aku dan mba parkir tersebut terus berlangsung penjaga parkir yang lain mulai memperhatikan. “sebaiknya aku cari dulu kedalam aja mba”aku pun langsung memutuskan untuk menelusuri tempat yang aku singgahi tadi.ketika aku mulai melangkah mba parkir itu langsung brkata “coba tanyakan ke informasi neng” sambil bergegas tanpa tunggu lama aku langsung menjawab “iya teh “.

Yang pertama aku singgahi yaitu tempat informasi, dan kebetulan yang menjaganya adalah seorang perempuan berkerudung hitang dengan pancaran wajah cantik dan ber make up selayaknya pegawai di sebuah supermarket. Setibanya di informasi aku langsung menyampaikan maksud dan tujuanku “mba, maaf mau tanya ada seseorang yang menemukan kartu parkir gak? “langsung mba itu menjawab dengan senyumannya “ada neng ini, tapi coba di cek saja dulu”, “oh iya makasih mba”.

Di parkiran, akupun langsung menunjukan kartu parkir itu, ke mba tadi. “oh ada neng? Coba cek dulu ke loket parkir yang keluar”. Setelah dicek ternyata itu bukan kartu milikku dan no polisi yang ada di kartu yang kutemukan tersebut kosong. Penjaga parkir laki-laki tersebut mengatakan bahwa, katanya mungkin ini kartu yang kemarin juga ada yang hilang.

“gimana neng? Neng udah mencari ke semua tempat?”ujar mba penjaga loketbparkir “belum sih teh, soalnya barusan kan kirainnya kartu parkir milik saya” sambil senyumanpun terlukis untuk mba itu.”coba ke kasir neng, takutnya tadi pas lagi bayar jatuh”. Sebelum aku kembali lagi kedalam, aku langsung memutar ulang ingatanku dari kejadian tadi pas pertama datang.

Dan ingatan ku langsung tertuju pada optik tadi, langkah kai itu langsung berjalan sedikit lebih cepat dan langsung masuk “pak, maaf ! tadi lihat kartu parkir gak ketinggalan disini”. “gak ada neng, di mana tadi neng nyimpennya?”langsung tanpa berbicara apa-apa lagi bapak tua bersahaja tersebut langsung mencarikan kartun parkirku yang hilang, padahal dia juga sedang melayani pelanggan yang sedang datang ke optik tersebut. 

Dengan wajah yang ikut panik juga “gak ada neng, giman neng?. Coba cari lagi neng”bapak itu bicara dengan wajah rendah hatinya dan senyuman kepedulian yang dilukiskan kepadaku.
“makasih ya pak”. “iya neng sama-sama”jawab bapak tua yang sedang melayani pelanggan yang datang ke optik tersebut.

Dengan keyakinan yang ada dalam hati, dan berserah diri pada Ilahi Robbi bahwa kartu itu pati ketemu. Selain itu juga keyakinan yang datang dari kerendahan hati “Mba penjaga Loket Parir dan bapak Tua yang ada di opti”, yang membuat aku sedikit lebih tenang mencarinya.
Aku pun datang kembali kedalam supermarket dan menuju meja inbformasi “mba, bisa minta di umumkan aja mba” dan mba tersebut langsung mengumumkan bahwa dimohon yang menemukan kartu parkir untuk diserahkan di meja informasi.

Ketika  berdiri di dekat meja informasi, mataku langsung terarah ke tempat kasir yang tadi aku singgahi, ketika mabayar semua belanjaanku. Langkahku langusng menuju ke sana, baru juga kata ku akan berucap tapi sebelumnya aku menoleh kebawah, ternyata kartu parkir itu ada pas di dekat kakiku.
“alhamdulillahirrobbilalamin, ketemu juga” refleks langsung aku tersenyum kepada mba di meja informasi sambil mengacungkan kartu parkir tersebut. “mba makasih ya atas bantuannya” ucapku “sama-sama mba” langsung mba informasi menjawab sambil tersenyum.

Bergegas aku segera menuju parkiran, ingin segera meyakinkan bahwa itu adalah kartu milikku. “Ketemu neng?”mba penjaga loket parkir bertanya, “iya mba ketemu, tapi pengen di cek dulu” jelasku kepada mba itu. “ayo biar mba yang cek itu karena bapak-bapakyang menjaga loket keluar itu sedang beranjak entah kemana, padahal mba ter tersebut sedang menjaga loket masuk . Setelah di cek ternyata benar itu kartu parkir milikku.
Spontan aku berkata “alhamdulillah, maksih ya mba atas kebaikannya” , “sama-sama neng”senyum itu masih tetap terukir di wajah mba penjaga loket parkir itu.
Subhanalloh, banyak sekali yang di dapat dari semua kejadian ini. Aku hanya bisa membalas dengan do’a, segala kebaikan dan kerendahan hati semua orang yang menolongku ( mba loket parkir, bapak tua optik, dan mba petugas di meja informasi) mudah-mudahan ALLOH SWT membalas semua kebaikan kalian.cobaan itu datang yang pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya, dan termasuk kejadian ini.

Sedikit mengingat kembali ya,,,,,
mengenai Rendah Hati/ Tawadhu
Tawadhu ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabbur (sombong), ataupun sum’ah ingin diketahui orang lain amal kebaikan kita.
Tawadhu merupakan salah satu bagian dari akhlak mulia, jadi sudah selayaknya kita sebagai umat muslim bersikap tawadhu, karena tawadhu merupakan salah satu akhlak terpuji yang wajib dimiliki oleh setiap umat islam. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini : 

Rasulullah SAW bersabda: yang artinya "Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat izzah) oleh Allah. (HR. Muslim).

-              Iyadh bin Himar ra. berkata: Bersabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku: "Bertawadhulah hingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya.(HR. Muslim).

Rasulullah SAW  bersabda,    “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Ibnu Taimiyah, seorang ahli dalam madzhab Hambali menerangkan dalam kitabnya, Madarijus Salikin bahwa tawadhu ialah menunaikan segala yang haq dengan bersungguh-sungguh, taat menghambakan diri kepada Allah sehingga benar-benar hamba Allah, (bukan hamba orang banyak, bukan hamba hawa nafsu dan bukan karena pengaruh siapa pun) dan tanpa menganggap dirinya tinggi.


# mudah-mudahan kita bisa mengambil ibroh dari setiap cobaan baik itu kebahagiaan ataupun kesedihan, kesenangan ataipun kesulitan.


Tasikmalaya, 13 Juni 2012
Originally by : Alvi Galvitri