“treungggg,,,,” suara hp berbunyai, yang bunyinya menunjukan bahwa ada sms, setelas dilihat ternyata itu sms dari kakak ku “assalamualaikum.wr.wb vi tolong beliin pempers buat azka ya ke Y***( salah satu supermarket ternama di kota kami)” dan aku pun mengiyakan sms itu.
Waktu saat itu menunjukan pukul 17.00 wib aku mulai meluncur dengan mengendarai motor merah dengan beberapa polet batik pada bagian pinggir dan bagian depannya, yang menurutku itu jadi mempercanti motor yang aku kendarai setiap hari. Tapi kata teman-teman ku juga lumaya bagus juga sih, dengan poletan seperti itu.
Jalan menuju supermarket itu tidak begitu padat dan rame, karena mungkin waktu cukup sore dan langitpun dipenuhi dengan awan yang cukup tebal dan hitam. Tapi mungkin bukan berarti akan turun hujan karena langit mendung itu bukan berarti akan turun hujan, kadang langit menunjukan mendung itu adalah salah satu lukisan keindahan ciptaan Tuhan yang tak akan pernah terlukiskan oleh siapapun yang ada di bumi dan isinya.
Sesampainya di supermarket, sengaja aku parkir motor kesayangan ku di parkiran yang khusus supermarket tersebut. Tidak seperti yang lainnya, yang kadang ada sebagian orang yang lebih senang memarkir motor mereka di pinggir sepanjang jalan daerah supermarket tersebut.
“makasih teh”aku lontarkan ketrika sorang penjaga parkir memberikan kartu parkir yang telah di entri dengan no polisi yang ada di motorku. Sebelum aku mulai beranjak untuk berbelanja ke supermarket itu, aku singgah dulu ke salah satu optik Yang letaknya tidak jauh dari supermarket yang akan aku kunjungi. Tujuan aku mengunjungi optik tersebut adalah untuk membenarkan batang kacamata sebelah kanan milikku yang dirasa agak terlalu kencang ketika digunakan.
“gimana neng “ucap bapak yang sedikit agak tua dengan badannya yang masih tegap dan perutnya agak sedikit buncit dan sedikit jenggot di dagunya. “pak, saya pengen ngebenerin batang kacamata sebelah kanan saya yang sedikit terasa terlalu kencang ketika digunakan”. “oh iya neng sini bapak benarkan”semabil tersenyum dengan wajahnya yang sangat ramah dan sangat halus dalam tutur katanya.
Dan tak memerlukan waktu lama aku menunngu bapak itu sudah kembali menemuiku “ini neng sudah, pasti kemarin-kemarin suka jadi pusing ya, kalau sudah memakai kacamatanya, soalnya batangnya terlalu kencang” ujar bapak tua itu dengan sedikit penjelasannya. Dan akupun langsung menjawab “iya pak, benar sekali!!,, makasih ya pak, berapa harganya pak membenarkan “ dengan menglukiskan senyumnya kembali bapak itu menjawab “tidak usah neng, gratis”. “oh iya pak? Sekali lagi makasih ya pak”dan aku pun membalas senyuman bapak penjaga optik tersebut.
Sambil berjalan menuju supermarket, dijalan aku merasa terkesan dengan bapak tua tadi yang aku merasa di ramah sekali, yang aku ingat selama aku mengunjungu optik tersebut aku belum pernah melihatnya ataupun menjumpainya.
Sesampai di supermarket lantai pertama, aku langsung melaju menuju eskalator untuk menuju ke lanati kedua. Karena kebetulan, alat-alat kebutuhan sehari-hari ada di lanatai dua. Tanpa berpikir panjang aku langsung menuju barang-barang yang di pesan oleh kakak ku. Kemudian setelah barang-barang yang aku butuhkan sudah kudapatkan, aku langsung menuju kasir untuk membayar semua belanjaan.
Di parkiran, wajahku langsung panik, sambil dalam hati berdo’a kepada Yang Maha kuasa karena semua ini adalah kehendakNYa. Itu karena kartu parkir yang aku simpan didalam saku baju seragam sebelah kanan yang aku satukan dengan hp di saku itu hilang. Langsung ku keluarkan barang-barang yang ada disaku seragamku, untuk memastikan keberdaan kartu parkir itu. Ketika aku sedang kebingungan mencari kartu parkir “kenapa neng? Lagi cari apa?”ucap mba parkir yang tadi memberikan kartu parkir itu ketika aku mulai masuk area parkir supermarket. “kartu parkirnya hilang mba”dengan wajah panik dan sedikit ketakutan yang aku tunjukan kepada mba itu. Ketakutan yang aku miliki karena dimana kartu itu hilang, pasti aku mengganti dengan bukan dengan uang yang sedikit.
“Oh, cari dulu neng di tas, takutnya ada di sana” ketika percakapan antara aku dan mba parkir tersebut terus berlangsung penjaga parkir yang lain mulai memperhatikan. “sebaiknya aku cari dulu kedalam aja mba”aku pun langsung memutuskan untuk menelusuri tempat yang aku singgahi tadi.ketika aku mulai melangkah mba parkir itu langsung brkata “coba tanyakan ke informasi neng” sambil bergegas tanpa tunggu lama aku langsung menjawab “iya teh “.
Yang pertama aku singgahi yaitu tempat informasi, dan kebetulan yang menjaganya adalah seorang perempuan berkerudung hitang dengan pancaran wajah cantik dan ber make up selayaknya pegawai di sebuah supermarket. Setibanya di informasi aku langsung menyampaikan maksud dan tujuanku “mba, maaf mau tanya ada seseorang yang menemukan kartu parkir gak? “langsung mba itu menjawab dengan senyumannya “ada neng ini, tapi coba di cek saja dulu”, “oh iya makasih mba”.
Di parkiran, akupun langsung menunjukan kartu parkir itu, ke mba tadi. “oh ada neng? Coba cek dulu ke loket parkir yang keluar”. Setelah dicek ternyata itu bukan kartu milikku dan no polisi yang ada di kartu yang kutemukan tersebut kosong. Penjaga parkir laki-laki tersebut mengatakan bahwa, katanya mungkin ini kartu yang kemarin juga ada yang hilang.
“gimana neng? Neng udah mencari ke semua tempat?”ujar mba penjaga loketbparkir “belum sih teh, soalnya barusan kan kirainnya kartu parkir milik saya” sambil senyumanpun terlukis untuk mba itu.”coba ke kasir neng, takutnya tadi pas lagi bayar jatuh”. Sebelum aku kembali lagi kedalam, aku langsung memutar ulang ingatanku dari kejadian tadi pas pertama datang.
Dan ingatan ku langsung tertuju pada optik tadi, langkah kai itu langsung berjalan sedikit lebih cepat dan langsung masuk “pak, maaf ! tadi lihat kartu parkir gak ketinggalan disini”. “gak ada neng, di mana tadi neng nyimpennya?”langsung tanpa berbicara apa-apa lagi bapak tua bersahaja tersebut langsung mencarikan kartun parkirku yang hilang, padahal dia juga sedang melayani pelanggan yang sedang datang ke optik tersebut.
Dengan wajah yang ikut panik juga “gak ada neng, giman neng?. Coba cari lagi neng”bapak itu bicara dengan wajah rendah hatinya dan senyuman kepedulian yang dilukiskan kepadaku.
“makasih ya pak”. “iya neng sama-sama”jawab bapak tua yang sedang melayani pelanggan yang datang ke optik tersebut.
Dengan keyakinan yang ada dalam hati, dan berserah diri pada Ilahi Robbi bahwa kartu itu pati ketemu. Selain itu juga keyakinan yang datang dari kerendahan hati “Mba penjaga Loket Parir dan bapak Tua yang ada di opti”, yang membuat aku sedikit lebih tenang mencarinya.
Aku pun datang kembali kedalam supermarket dan menuju meja inbformasi “mba, bisa minta di umumkan aja mba” dan mba tersebut langsung mengumumkan bahwa dimohon yang menemukan kartu parkir untuk diserahkan di meja informasi.
Ketika berdiri di dekat meja informasi, mataku langsung terarah ke tempat kasir yang tadi aku singgahi, ketika mabayar semua belanjaanku. Langkahku langusng menuju ke sana, baru juga kata ku akan berucap tapi sebelumnya aku menoleh kebawah, ternyata kartu parkir itu ada pas di dekat kakiku.
“alhamdulillahirrobbilalamin, ketemu juga” refleks langsung aku tersenyum kepada mba di meja informasi sambil mengacungkan kartu parkir tersebut. “mba makasih ya atas bantuannya” ucapku “sama-sama mba” langsung mba informasi menjawab sambil tersenyum.
Bergegas aku segera menuju parkiran, ingin segera meyakinkan bahwa itu adalah kartu milikku. “Ketemu neng?”mba penjaga loket parkir bertanya, “iya mba ketemu, tapi pengen di cek dulu” jelasku kepada mba itu. “ayo biar mba yang cek itu karena bapak-bapakyang menjaga loket keluar itu sedang beranjak entah kemana, padahal mba ter tersebut sedang menjaga loket masuk . Setelah di cek ternyata benar itu kartu parkir milikku.
Spontan aku berkata “alhamdulillah, maksih ya mba atas kebaikannya” , “sama-sama neng”senyum itu masih tetap terukir di wajah mba penjaga loket parkir itu.
Subhanalloh, banyak sekali yang di dapat dari semua kejadian ini. Aku hanya bisa membalas dengan do’a, segala kebaikan dan kerendahan hati semua orang yang menolongku ( mba loket parkir, bapak tua optik, dan mba petugas di meja informasi) mudah-mudahan ALLOH SWT membalas semua kebaikan kalian.cobaan itu datang yang pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya, dan termasuk kejadian ini.
Sedikit mengingat kembali ya,,,,,
mengenai Rendah Hati/ Tawadhu
Tawadhu ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabbur (sombong), ataupun sum’ah ingin diketahui orang lain amal kebaikan kita.
Tawadhu merupakan salah satu bagian dari akhlak mulia, jadi sudah selayaknya kita sebagai umat muslim bersikap tawadhu, karena tawadhu merupakan salah satu akhlak terpuji yang wajib dimiliki oleh setiap umat islam. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini :
Rasulullah SAW bersabda: yang artinya "Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat izzah) oleh Allah. (HR. Muslim).
- Iyadh bin Himar ra. berkata: Bersabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku: "Bertawadhulah hingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya.(HR. Muslim).
Rasulullah SAW bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)
Ibnu Taimiyah, seorang ahli dalam madzhab Hambali menerangkan dalam kitabnya, Madarijus Salikin bahwa tawadhu ialah menunaikan segala yang haq dengan bersungguh-sungguh, taat menghambakan diri kepada Allah sehingga benar-benar hamba Allah, (bukan hamba orang banyak, bukan hamba hawa nafsu dan bukan karena pengaruh siapa pun) dan tanpa menganggap dirinya tinggi.
# mudah-mudahan kita bisa mengambil ibroh dari setiap cobaan baik itu kebahagiaan ataupun kesedihan, kesenangan ataipun kesulitan.
Tasikmalaya, 13 Juni 2012
Originally by : Alvi Galvitri