Menitipkan kidung pada senja yang mepesona dalam satu kata,
Menjadikannya cahaya dalam malam yang gelapnya kian nyata,
Menetapkannya suara dalam kesunyian tanpa rasa dan tak beraroma,
Merendakannya asa,rasa,dan cita-cita dalam dalam sehelai kata yang dinamakannya adalah Cinta.
Menjadikannya cahaya dalam malam yang gelapnya kian nyata,
Menetapkannya suara dalam kesunyian tanpa rasa dan tak beraroma,
Merendakannya asa,rasa,dan cita-cita dalam dalam sehelai kata yang dinamakannya adalah Cinta.
Menjaganya embun dalam kesejukan pagi yang terraksa,
menumbuhkannya bunga dalam taman yang tertata,
merangkaikannya nada dalam alunan melodi yang yang bijaksana,
Menyulamkannya logika, rasa dan cita-cita dalam seutas kata yang dinamaknnya adalah Cinta.
Dirasa diri ingin mendalami kedalam sungai yang tak terjaga,
tapi alam tidak mengajarkan diri untuk melakukannya,
kalimatnyapun terreka dalam ketetapan alam semesta
sampai saatnya tiba, menjadikannya indah dalam setiap cerita.
menumbuhkannya bunga dalam taman yang tertata,
merangkaikannya nada dalam alunan melodi yang yang bijaksana,
Menyulamkannya logika, rasa dan cita-cita dalam seutas kata yang dinamaknnya adalah Cinta.
Dirasa diri ingin mendalami kedalam sungai yang tak terjaga,
tapi alam tidak mengajarkan diri untuk melakukannya,
kalimatnyapun terreka dalam ketetapan alam semesta
sampai saatnya tiba, menjadikannya indah dalam setiap cerita.
menanti, dalam harap yang tak kan pernah terputus akannya,
menanti, dalam doĆ” yang melesat tentangnya
menanti, dalam cinta yang terus ku rajut untuknya,
menunggu restu Tuhan meleburkan kita,
membiaskan segala dalam ikatanNYA.
menanti, dalam doĆ” yang melesat tentangnya
menanti, dalam cinta yang terus ku rajut untuknya,
menunggu restu Tuhan meleburkan kita,
membiaskan segala dalam ikatanNYA.
Bandung, 8 februari 2013
Originally by : Alvi Galvitri
Originally by : Alvi Galvitri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar