Senin, 19 November 2012

Untukmu Hati


Untukmu hati :

Dengarkanlah diriku sejenak,,,,,

Tetesan embun itu serupa buih ombak yang menghalangiku untuk menjangkau indahnya samudra yang menghantarkan kidung penuh warna, mendengarkan sajak penuh retorika dan dentuman dengan nyanyian alam semsta.  Izinkan ku titip setetes air mata yang akan kau lepasakn hingga cakrawala menyampaikan kesejatian diri yang hina atas kuasa Alloh SWT.

Maafkan aku yang belum bisa menyirat makna alam semesta, merasakan udara yang menggeliat manja mengisi nafas-nafas menyebut asmaNYA, merasakan cahaya yang menjadikan siluet mentari  tanpa rekayasa tuk menghantarkan jalan menujuNYA.

Ya Robbi,,,
Ampuni kami yang selalu mengeluhkan kata dalam setiap renda batas yang kau rangkai setiap hari, pada gelapnya malam yang menitipkan rindu akan pesonanya yang sendu, mengirimkan kasih akan dzikirnya yang lirih, menghantarkan cinta akan nikmatnya cahaya,
padahal nikmatnya yang tak bertepi dan memberikan  hikmah  tiada arti.
adalah kami tak jua mengerti akan cintaMU, atas nikmatMU yang acap kali kami hujati, atas semua anugrahMU yang sering kali tak kami sadari.
adalah kami yang selalu mengeluarkan celotehan akan pinta yang tak jua Engaku beri, akan ratapan hidup yang jua tak sengin kami, akan dirita yang tak kunjung pergi padahal tak kami pahami.

Wahai hati,,,izinkan aku untuk memaknai setiap tarikan nafas, aliran darah, hembusan angin, tetesan hujan, sinarnya cahaya, gelapnya malam dan semua partikel alam semesat yang semuanya itu adalah berdzikir padaMU Ya ILLAHI....



Originally By : Alvi Galvitri
Bandung, 19 November 2012

1 komentar: