Minggu, 03 Juni 2012

Tapi

Tombak tajam yang serasa menghantam,,
demburan omabak ini terasa menggelegar,,
bayangan yang datang seakan halilintar,,
tidakkah kau sadar,,
penyesalanku yang semakin berakar, menjalar hingga pikiran yang kadang melupakan nalar...
bagaikan nelayan yang kehilangan kompas untuk mencari arah tujuan,,,


tapi aku tersadar Kesabaran ini adalah untuk mendapatkan kebahagiaan.



Secara abstrak diri ini menggambarkan,
lukisan kehidupan yang penuh dengan penyesalan,
kanvas yang sekan terhenti untuk membuat goresan,
cat minyak yang seakan telah habis untuk selalu memberikan warna untuk hiasan,,,


tapi aku tersadar Kepahitan ini adalah untuk mendapat Kebahagiaan,,



Dirasa diri terlalu tenggelam dalam bayangan masa silam,
yang tidak pasti kunjung datang
membuat diri ini dipenuhi dengan hayalan
cerita yang penuh dengan kenangan
yang tidak akan pernah bosan untuk diceritakan,,,


tapi ku sadar Kenangan itu adalah motivator kehidupanku untu mendapat Kebahagiaan.



Ingin sekali kuuntai kata untuk menggambarkan sebuah senyuman,
yang selalu terukir dalam semangat perjuangan
penuh cinta, kasih dan sayang,,,
tapi biarlah gambaran senyuman itu hanya berupa, untaian-untaian yang selalu terukir dalam perasaan...

Biarlah air huajan itu terus datang ,
sampai datangnya pelangi yang akan memberikan senyuman
karena ada saatnya ia bermuara dalam suatu masa yang penuh dengan penantian.





“untuk yang selalu istiqomah dalam perjuangan,,,,,”





Tasikmalaya, 1 juni 2012
Originally created by : Alvi Galvitri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar