Adakah kau tahu,
kesunyian ini bagaikan borgol yang memenjarakan
detik-detik pilu,
ia yang menghadirkan duka dan kenangan yang terbayang.,,
Kediaman ini cukuplah merangkum ikhlas pada sebentuk takdir yang menjerembab,
dan ia yang memberikan pemahaman akan adanya kekuatan dan keniscayaan yang
tersembunyi,,
Detik itu
mengeja rindu, mengungkap kisah, dan menutur cinta atas harap yang membentang.
Langkah itu berjalan dalam mensyukuri cinta Tuhan dengan memaknai kesadaran.
Semburat awan
itu menitipkan rindu akan pesonanya yang sendu, mengirimkan kasih akan
dzikirnya yang lirih, menghantarkan cinta akan nikmatnya cahaya.
Adakah kau
tahu,,,
Ku hanya bisa
menganyam rindu dalam diam,
dan mengenang kisah dalam bayang...
Bandung, 1
oktober 2012
Originally by Alvi
Galvitri
Adakah kau tahu,
kesunyian ini bagaikan borgol yang memenjarakan
detik-detik pilu,
ia yang menghadirkan duka dan kenangan yang terbayang.,,
Kediaman ini cukuplah merangkum ikhlas pada sebentuk takdir yang menjerembab,
dan ia yang memberikan pemahaman akan adanya kekuatan dan keniscayaan yang tersembunyi,,
kesunyian ini bagaikan borgol yang memenjarakan
detik-detik pilu,
ia yang menghadirkan duka dan kenangan yang terbayang.,,
Kediaman ini cukuplah merangkum ikhlas pada sebentuk takdir yang menjerembab,
dan ia yang memberikan pemahaman akan adanya kekuatan dan keniscayaan yang tersembunyi,,
Detik itu
mengeja rindu, mengungkap kisah, dan menutur cinta atas harap yang membentang.
Langkah itu berjalan dalam mensyukuri cinta Tuhan dengan memaknai kesadaran.
Langkah itu berjalan dalam mensyukuri cinta Tuhan dengan memaknai kesadaran.
Semburat awan
itu menitipkan rindu akan pesonanya yang sendu, mengirimkan kasih akan
dzikirnya yang lirih, menghantarkan cinta akan nikmatnya cahaya.
Adakah kau
tahu,,,
Ku hanya bisa
menganyam rindu dalam diam,
dan mengenang kisah dalam bayang...
dan mengenang kisah dalam bayang...
Bandung, 1
oktober 2012
Originally by Alvi
Galvitri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar