Seandainya ku bisa
berbisik pada pohon yang selalu ku lihat disaat membuka jendela dikala pagi
tiba,,,
Ku ingin bisikan padanya , bahwa ku ingin seprtinya , yang bisa berdiri kokoh dan tumbuh menghasilkan bunga yang merekah indah dan buah yang menyibakan pesona warna merah.
walaupun ia berdiri
sendiri tanpa ada jenis pohon yang sama menyertainya,
tanpa ada penopang yang menyangganya, tanpa ada pemeliharaan yang menumbuhkannya ia tetep berdiri dengan kekuatan yang dimilikinya.
tanpa ada penopang yang menyangganya, tanpa ada pemeliharaan yang menumbuhkannya ia tetep berdiri dengan kekuatan yang dimilikinya.
Walaupun demikian,,,
pohon itu tetap terlihat begitu anggun dan penuh dengan ketenangan walaupun dikala pagi itu datang tidak ada yang menyapanya dengan senyuman yang tersungging untuk menyapanya, tidak ada lambaian angin yang datang untuk menyibak keindahannya,,ia tetap memberikan kebermanfaatn dan sapaan dengan sejuta keterpesonaan yang dimilikunya.
pohon itu tetap terlihat begitu anggun dan penuh dengan ketenangan walaupun dikala pagi itu datang tidak ada yang menyapanya dengan senyuman yang tersungging untuk menyapanya, tidak ada lambaian angin yang datang untuk menyibak keindahannya,,ia tetap memberikan kebermanfaatn dan sapaan dengan sejuta keterpesonaan yang dimilikunya.
Ku ingin bercerita
padanya, bahwa aku ingin sepertinya, ,,,
walaupun keadaan yang dihadapkan terhadapku adalah suatu hal yang tidak aku inginkan, dan aku berdiri sendiri untuk menapaki makna demi makana yang tersurat dalam goresan pena.
walaupun genggaman tangan itu seperti bayangan yang menyibak seakan hembusan yang harus tersimpan dalam lipatan benang.
walaupun keadaan yang dihadapkan terhadapku adalah suatu hal yang tidak aku inginkan, dan aku berdiri sendiri untuk menapaki makna demi makana yang tersurat dalam goresan pena.
walaupun genggaman tangan itu seperti bayangan yang menyibak seakan hembusan yang harus tersimpan dalam lipatan benang.
Walaupun demikian
,,,
diri ini tak akan gentar menapaki perjuangan, asa ini tak akan hilang hanya karena keterpaksaan, mimpi ini tak akan melebur hanya karena bayangan yang kabur dan luntur.
diri ini tak akan gentar menapaki perjuangan, asa ini tak akan hilang hanya karena keterpaksaan, mimpi ini tak akan melebur hanya karena bayangan yang kabur dan luntur.
Biarlah semua ini
tak memiliki retorika,,,
karena berkahnya ada pada lelah yang kusyukuri, lemah yang kunikmati jua kepasrahan yang ku amini,,,
setiap lekas berpenuh perjuangan, pengorbanan jua pengabdian,,,
karena berkahnya ada pada lelah yang kusyukuri, lemah yang kunikmati jua kepasrahan yang ku amini,,,
setiap lekas berpenuh perjuangan, pengorbanan jua pengabdian,,,
Bandung, 26
september 2012
originally by : Alvi Galvitri
originally by : Alvi Galvitri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar